Apakah Itu Hari Nakba?
Memperingati Hari Nakba, 63 Tahun Palestin Dirampas!

Salam untuk semua, moga dirahmati-NYA =)
Suatu peristiwa yang jarang2 kita sambut adalah peristiwa memperingati pengusiran rakyat Palestin daripada buminya sendiri yang telah berlaku sejak 63 tahun yang lalu. Peristiwa tersebut dikenali sebagai Hari Nakba. Nakba Day atau Hari Nakba /يوم النكبة, bererti “hari Bencana” ketika Israel melakukan Pengusiran dan perebutan Tanah dan Rumah terhadap Warga Palestin yang menyebabkan sekitar 700 000 rakyat Palestin yang menjadi pelarian.
Gambar Pelarian Rakyat Palestin


“If I were an Arab leader, I would never sign an agreement with Israel. It is normal; we have taken their country. It is true God promised it to us, but how could that interest them? Our God is not theirs. There has been Anti - Semitism, the Nazis, Hitler, Auschwitz, but was that their fault ? They see but one thing: we have come and we have stolen their country. Why would they accept that?”
"Jika saya adalah pemimpin bangsa Arab, saya tidak akan sudi menandatangani satu perjanjian (berunding) dengan Israel. Ini adalah normal; Kita (Israel) telah mengambil tanah mereka. Benar, Tuhan telah menjanjikan (tanah tersebut) untuk kita, tetapi bagi mereka tanah ini apa ertinya? Tuhan kita bukan Tuhan mereka. Memang, ada gerakan-gerakan anti Yahudi (Semit) seperti Nazi, Hitler dan Auschwitz tapi apa salahnya mereka (bangsa Arab) kepada kita? Mereka hanya dapat melihat satu hal; Kita (Israel) datang dan mencuri tanah air mereka. Mengapa mereka harus menerima ini?
Inilah hakikat yang terhujam begitu dalam dengan realiti kebangkitan negara haram Israel yang perlu ditangani. Ucapan Ben Gurion sekaligus menempelak kelesuan dan kebisuan pemimpin-pemimpin Islam, kerana bangsa Yahudi sendiri mengakui jika mereka menyelami perasaan menjadi warga Palestin – sudah pasti penentangan yang paling layak diberikan adalah menekan Israel. Hal yang sama turut pernah disebut oleh Ehud Barak, mantan menteri pertahanan Israel;
“If I were a Palestinian of the right age, I'd eventually join one of the terrorist organizations.”
"Andai saya ditaqdirkan lahir sebagai warga Palestine, saya akan ikut berjuang bersama organisasi terorist (muqawamah) untuk merebut kembali tanah ini" - The Israel Lobby and US Foreign Policy, John Mearsheimer & Stephen Walt.






